Bias-bias ilusi
''''''''''""''''""""""""""""""""""""""""""""''''''''''''
Malam ini mata sulit terpejam
Pikiran melayang layang dalam keheningan malam
Menerawang jauh penuh bayangan semu
Yang melilit erat dalam setiap puing puing kalbu
Merobohkan jiwa-jiwa tegar yang yang sedang bergelut dengan rintihan-rintihan takdir
Meluluhkan hembusan nafas yang sesaknya bagai tertekan gumpalan fiksi...
Angin berhembus sepoi-sepoi
Merasuk tulang-tulang ketegaran jiwa
Menusuk dalam sendi sendi rasa yang perih
Merontokkan urat nadi ketulusan hati
Yang berupaya tegar melawan kerasnya diksi
Serpihan-serpihan cahaya putih bersinar sayup terlihat jelas dalam kegelapan malam
Bebas beterbangan menggoda naluri yang terlilit rindu
Terpancar abadi dari lubuk yang tak bersisi
Kuraih setitik demi setitik namun menjauh seakan enggan tersentuh mosi.
Kupejamkan mata untuk menghilangkan ilusi-ilusi semu
Agar hati tidak larut dalam kejenuhan diri
Untuk menjauh dari bias-bias kehidupan mimpi
Yang selalu menggoda naluri melayang ke planet halusinasi
Ku tak berdaya bersimpangan dengan ilusi
Yang membias dalam menemani kebimbangan diri
Meronai jiwa dalam meraih mimpi
Melambai-lambai indah seakan nampak abadi
Tetapi......... Tidak........
Semua tidak akan boleh menguasai diri
Terhanyut dalam rona-rona ilusi
Terlelap dalam bayangan-bayangan semu
Terlena dengan alunan-alunan fiksi
Terkekang dengan kejamnya diksi
Terbuai dengan indahnya mosi
Karna semua itu adalah bias-bias ilusi
Kuharus bangkit..........
Melawan alibi
Membidik setiap sisi
Medayakan froksi
Merangkai narasi
Melantungkan puisi-puisi cinta dengan suka duka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar